Hal apa yang menarik dari sebuah perjalanan? Apakah tempatnya, orang-orangnya, perjalanannya, ceritanya, atau makanannya? Tulisan ini berisi hal-hal menarik tentang perjalanan saya. Tapi hanya ada satu hal yang saya temukan di perjalanan ini…
Menikmati Indahnya Lebaran Meski di Hati Saja
•September 20, 2009 • Leave a CommentHufff.. akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Lebaran, alias Idul Fitri 1430 H, hari Minggu 20 September 2009, sehari setelah ulang tahun Syahrani.. Bagi gw, inilah pengalaman pertama gw merasakan lebaran jauh dari orang tua, anak, orang tersayang, sahabat, dan teman-teman plus gak di Indonesia pula.. Dan inilah petualangan tersebut.
Continue reading ‘Menikmati Indahnya Lebaran Meski di Hati Saja’
Dimanakah tempat aman bagi perempuan?
•October 23, 2008 • 7 CommentsAdakah tempat aman bagi perempuan? Jika ada dimanakah ia? Di rumahnya kah? Di tempat kerjanya kah? Di sekolah? Atau bahkan tidak ada tempat aman bagi perempuan?
Pagi ini, saat saya tengah duduk manis di atas becak di daerah Karang Asem, Citeureup, Bogor, saya melihat pemandangan yang mengajak saya berpikir ke depan dan ke belakang. Saat itu becak yang saya tumpangi melintasi sebuah pabrik garmen yang tengah membuka lowongan pekerjaan. Pemandangan yang kerap saya dan kamu juga lihat saat sebuah pabrik membuka lowongan kerja adalah antrian puluhan (terkadang bahkan ratusan) orang perempuan muda dan dewasa menanti giliran mendapatkan kesempatan tes kerja.
Saatnya Berbagi
•October 20, 2008 • 7 CommentsHari ini, tanggal 20 Oktober 2008, tepat satu bulan lebih satu hari dari hari kelahiran Syahrani (19 September). Baru pada hari ini kami berhasil mewujudkan keinginan Syah, yakni merayakan ulang tahunnya di sekolah bersama dengan teman-teman. Bukan sebuah pesta perayaan yang besar, tapi hari inilah, harinya Syah untuk berbagi dengan teman-temannya. Dan bagian itulah yang dengan saat antusias dilakukannya. Berikut, sedikit gambarannya…
Books to read
•October 16, 2008 • 4 CommentsSeorang teman memberi kabar gembira padaku hari ini. Kakaknya akan ada tugas luar negeri ke India. Sekarang setiap mendengar kata India, yang langsung teringat olehku adalah buku. India menjadi gudang buku murah meski baik untuk buku terbitan baru maupun lama. Memang tidak semua buku di India adalah buku yang legal, maksudku seperti hal nya di Indonesia, buku – buku di India juga tidak lepas dari pembajakan. Namun, di sana buku-buku tersebut dapat kita temui di mana saja dan pemerintah India seolah-olah memang mengijinkan hal ini agar masyarakat India lebih pintar dan berwawasan luas. Rasanya hal inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintahan kita. Dan ternyata, tidak hanya di India saja buku-buku diperjualkan dengan harga yang murah. Syamsul pernah bilang, di Manila pun harga buku-buku termasuk kategori murah.
Maka, tidak melewatkan kesempatan, kali ini pun aku titip buku ke teman kantorku itu. Ada tiga buku yang sepertinya layak baca. Midnight in the Garden of Good and Evil, The City of Falling Angels dan The White Tiger. Dua buku pertama adalah buku yang ditulis oleh seorang jurnalis dari Amerika bernama John Berendt yang baru baru ini datang ke Ubud Writers and Readers Festival 2008 . Sementara buku terakhir ditulis oleh Aravind Adiga, novelis dari India pemenang Booker Prize. Saya yakin ketiga buku ini pasti sangat mahal harganya di Indonesia.
Semoga saya bisa membacanya sesegera mungkin dan ikutan MENULIS …
redrena
Saat Air Mengalir Sampai Jauh
•October 15, 2008 • 1 CommentSiapa yang tidak sejuk hatinya saat melihat beningnya air yang mengalir? Bisa langsung kita rasakan kesegarannya yang kadang membuat kita lupa bahwa air, sama halnya seperti manusia, tengah berada dalam situasi yang rentan, bahasa kerennya fragile, vulnerable . Lewat tulisan ini saya ingin membawa dua hal yang saling kontradiktif tentang air ini, sama halnya lagi seperti kehidupan manusia. Sambil saya ajak berpetualang ke Sukabumi
Panas Menyengat
•October 15, 2008 • Leave a CommentJakarta panas menyengat
Gak tanggung – tanggung panasnya
Setiap hari mulai dari pagi sampai malam
Terlebih ketika sejak minggu ini saya terpaksa harus menikmati sengatan panasnya di siang hari, mulai dari pinggir kali CIliwung sampai Cakung
BMG memperkirakan suhu antara 25 sampai 33 derajat Celcius
Tapi sampai saat ini gak ada yang menjelaskan kenapa Jakarta bisa sedemikian panasnya
Pemanasan bumi, perubahan iklim
Apakah kau merasakan hal yang sama?
redrena
