On The Way

Bagi kaum komuter seperti saya, menikmati saat-saat berada dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja adalah sebuah keharusan. Jika tidak sudah dapat dipastikan otot-otot halus di otak akan menegang dan hanya menghasilkan stress yang kian hari kian kumulatif. Belum lagi jika ditambah dengan kebiasaan makan siang dengan semamgkuk soto tangkar, dijamin di umur 30-an akan sering bertemu dokter karna terindikasi terkena hipertensi, asam urat atau diabetes. Huff… berat, berat. Makanya, untuk mencegah dari ancaman mati muda, saya belajar menikmati perjalanan empat jam sehari di atas kendaraan. Beruntunglah saya, dompet saya belum cukup untuk membiayai pembelian mobil saya.

Menunaikan hobi adalah salah satu pilihannya, dan apalagi jika bukan membaca. Bulan ini aku harus menyelesaikan empat buah buku. Sophie’s World dan Maya, Misteri Dunia dan Cinta-nya Jostein Gaarder, Enrique’s Journey-nya Sonia Nazarid dan A Long Way Gone-nya Ishmael Beah. Misi pertama adalah Enrique’s Journey. Berdasarkan rekomendasi dari Patty, buku setebal 394 halaman ini mengisahkan kisah perjalanan Enrique, seorang remaja dari Meksiko yang berusaha menemui ibunya yang menjadi imigran gelap di AS. Berkat reportase yang dikisahkan dalam bentuk novel, Sonia diganjar Pulitzer Award pada tahun 2003. Sampai tulisan ini dibuat aku baru menyelesaikan bab pendahuluan yang berisi latar belakang Sonia menulis kisah ini. Belakangan ini kisah-kisah tentang kehidupan anak-anak berjuang dan memandang dunia, sedang menjadi interestku. Setelah Kite Runner, ada Blood Diamond (meski bukan berwujud buku), trilogi Laskar Pelangi dan sekarang enrique’s Journey dan A Long Way Gone. Buku terkahir ini adalah sebuah memoar tentang anak-anak yang dipaksa menjadi tentara di Sierra Leone. Setelah aku selesai membaca buku-buku itu aku pasti akan menuliskannya di blog ini.

books.jpg

Selain membaca buku yang kuusahakan pas di tasku yang kecil (maklum belum sanggup beli tas yang memadai pasca kecopetan itu..), hal yang paling aku senangi adalah menjelajahi ide. Ya, yang kumaksud menjelajahi ide yang kumaksud disini bukannya menghayal namun memiikirkan peluang, rencana yang tidak sempat lagi kupikirkan saat aku di rumah, atau di kantor misalnya. Tidak jarang, ide-ide kreatif, tema-tema liputan, narasumber atau rencanaku hidupku ke depan kutemui saat ini. Seperti ketika aku memutuskan apa yang harus kuraih tahun ini, aku menemukannya saat harus mengantri dan berada dalam busway. Saat harus merigidkan target-target tahun ini, aku dapatkan di Metro Mini yang akan ke Cibinong (meski diganggu oleh pengamen yang dengan penuh kesadaran dirinya menyanyikan lagu yang sayangnya hanya dia sendiri yang tahu lagu apa yang dinyanyikannya).

Namun yang lebih sering adalah memikirkan, berefleksi dan merumuskan hal-hal mengenai hubunganku dengan anakku, Syah. Biasanya kalau kami sedang ada masalah, dan kemudian aku meminta pendapat Syamsul, nah saat di perjalanan itulah aku memikirkan hal itu. Memikirkan kembali bagaimana untuk menjadi orang tua yang lebih memahami anaknya, belajar menjadi orang tua sambil menuntun anak kita belajar untuk menjadi manusia.  Untuk urusan ini , aku kurang mempercayai rekomendasi dari buku. Lho, kok? Ya… aku tahu buku-buku itu dituliskan oleh para psikolog anak, tapi aku lihat segi praktisnya aja sih. It’s all about heart, its all about how we learn to solve the problem, and the most important thing is how we share it with someone we trust.

Dan dari proses perenungan berkala di bis ini, saat ini aku merasa bahwa aku tidak pernah membuang waktuku dengan sia-sia. Meski harus berkurang jatah tidurku, atau meski akan membuatku menjadi semakin ansos (anti sosial-red), tapi kupikir yang terpenting dari semua hal dalam hidup adalah bagaimana kita mengenal diri kita sendiri dalam setiap hal yang kita lakukan.

Jadi… gak ada masalah kan dengan menjadi komuter. Paling tidak aku tidak turut menyumbang sesuatu yang tidak berguna buat lingkungan kita. Tidak turut menyumbang lebih banyak karbon, tidak turut menyumbang kemacetan, tidak turut menghabiskan bensin. Dan kalau merujuk pada tulisan sebelumnya berjudul apakah kita masih punya pilihan, semoga ini merupakan salah satu pilihanku. Hehehehe…

 

redrena

~ by redrena on March 5, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: