Just a poem

Kita melahirkan dan dilahirkan oleh sebuah jiwa yang tak kita kenal

Kita adalah teka-teki yang tak teterka oleh siapa pun

Kita adalah dongeng yang terperangkap dalam khayalannya sendiri

Kita adalah apa yang terus berjalan tanpa pernah tiba pada pengertian

Sang mata yang meneliti alam semesta adalah mata alam semesta itu sendiri

Apakah dongeng benar-benar akan menjadi dongen jika ia tidak bisa melihat dirinya sendiri?

Apakah kehidupan sehari-hari akan menjadi keajaiban jika ia terus menerus berkeliling untuk menjelaskan dirinya sendiri?

Ia tahu ia akan pergi, maka ia sudah setengah pergi

Ia akan pergi ke Ketiadaan

Begitu tiba, ia bahkan tidak akan dapat bermimpi untuk pulang

Ia menuju dunia yang di sana bahkan tidak ada tidur

 

 

From the book of Jostein Gaarder; Maya, Misteri Dunia dan Cinta

redrena

~ by redrena on March 18, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: