Books to read

Seorang teman memberi kabar gembira padaku hari ini. Kakaknya akan ada tugas luar negeri ke India. Sekarang setiap mendengar kata India, yang langsung teringat olehku adalah buku. India menjadi gudang buku murah meski baik untuk buku terbitan baru maupun lama. Memang tidak semua buku di India adalah buku yang legal, maksudku seperti hal nya di Indonesia, buku – buku di India juga tidak lepas dari pembajakan. Namun, di sana buku-buku tersebut dapat kita temui di mana saja dan pemerintah India seolah-olah memang mengijinkan hal ini agar masyarakat India lebih pintar dan berwawasan luas. Rasanya hal inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintahan kita. Dan ternyata, tidak hanya di India saja buku-buku diperjualkan dengan harga yang murah. Syamsul pernah bilang, di Manila pun harga buku-buku termasuk kategori murah.

Maka, tidak melewatkan kesempatan, kali ini pun aku titip buku ke teman kantorku itu. Ada tiga buku yang sepertinya layak baca. Midnight in the Garden of Good and Evil, The City of Falling Angels dan The White Tiger. Dua buku pertama adalah buku yang ditulis oleh seorang jurnalis dari Amerika bernama John Berendt yang baru baru ini datang ke Ubud Writers and Readers Festival 2008 . Sementara buku terakhir ditulis oleh Aravind Adiga, novelis dari India pemenang Booker Prize. Saya yakin ketiga buku ini pasti sangat mahal harganya di Indonesia.

Semoga saya bisa membacanya sesegera mungkin dan ikutan MENULIS …

redrena

~ by redrena on October 16, 2008.

4 Responses to “Books to read”

  1. Memang, buku di Indonesia harganya super mahal. Kapan ya harga buku bisa murah…?
    Btw, kunantikan tulisanmu setelah membaca buku itu… pasti kian bagus…!!!

    (^.^) V

  2. kalo di India, pemerintah tidak melarang keberadaan buku-buku bajakan. Inilah yang membuat harga buku di sana bisa murah dan bisa ditemukan di manapun di pinggir jalan di India, terutama di kota-kota besarnya. Hal ini menunjukkan fokus dan kepedulian pemerintah India yang sangat tinggi kepada generasi mudanya. Makanya gak heran setelah Eropa, Amerika dan China, saat ini orang India hadir di setiap penjuru dunia, duduk di segala bidang mulai dari ekonomi sampai lingkungan hidup.

    Saya rasa itulah yang gak dimiliki sama pemerintah Indonesia. Dukungan setengah hati, untuk tidak mengatakan tidak ada, terhadap dunia pendidikan. Makanya gak cuma harga buku aja yang gak murah tapi segala aspek pendidikan serba sulit, serba mahal dan serba gak masuk akal.

    Jadi inget, dialog antara SBY dan salah satu mahasiswa Indonesia di India waktu SBY dateng ke India. Bukannya terbuka menanggapi kritik tersebut, yang ada SBY marah dan demikian juga dengan para konsulat2nya.

    What a weird country, isn’t it?

  3. Hi Rena..:)
    di Manila emang buku murah meriah….
    berniat nitip?
    dengan senang hati dibawain deh…
    Disini tiap kali gw ke toko buku bisa kalap, yang enaknya ada toko buku bekas yang menyediakan buku dengan harga sangat-sangat terjangkau.

  4. Trims je… wah senang banget kalo lo bisa bawain titipan gwe.
    tiga buku itu aja gimana? masih rada berat didapatkan di indo..

    rena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: